Hari-hari yang membentuk, tanpa kita sadari.
Refleksi tentang keluarga yang tidak pernah kita pilih tapi selamanya menentukan kita. Tentang karier yang kita bangun sambil terus bertanya. Tentang kehilangan, tentang pulang, tentang hal kecil yang tidak masuk berita — tapi mengubah segalanya.
Sambut Hari Esok
Habiskan waktu duduk berdua denganmu, bercerita tentang hidupku dan hidupmu, cari makna yang terpendam di dasar jiwa bersamamu teman ku sambut hari esok, dan genggam tanganku erat, ku yakin kita bisa...
Baca CatatanRosemary
Tanah lapang itu, tanah dengan beribu kuntum mawar semu yang terbias dari butiran embun. Kau tau di pagi ini seharusnya mentari mau sedikit saja bagikan cahyanya, namun dengan gelapnya ia masih saja...
Baca CatatanZamrud Yang Tak Pernah Berwarna
Jejak langkah yang terukir indah, entah fatamorgana yang terbiaskan atau rintik hujan yang sedari tadi tak mau hentikan derasnya, dan disini, kami.. masih saja berangan, masih saja terlelap dalam...
Baca CatatanSiluet Negeri Berselimut Pilu
Dan kau, elegi negeri yang tak pernah habis kisahnya, dan kau pula lah temaram cahya hingar bingar itu, dengan sederet nafsu yang mulai memburu, tahu ku jua, berjuta juta tatap muka sendu menjadi...
Baca CatatanTempat Engkau Kembali
Rumah.. dan ketika rumah menjadi bias sendu tersendiri, ataupun kenangan bersua saat di beranda rumah, menjadikan pilu tak terucap dalam hati ini. Yah minggu kemarin gue baru aja pulang kampoeng...
Baca CatatanSamudra
Hujan.. masih terjatuh dalam alunan rintik-rintik kecil, dalam nada yang terpercik sendu, beriramakan senyuman manis yang nampak indah saat kamu memandang langit di sana, dan kamu ? kisah klasik...
Baca CatatanDaun Tergaris Pilu
--- Dan detik waktu yang terus berjalan, fatamorgana sayup sendu yang teriringi langkah kita, mencoba menari bersama namun apalah pantas dengan latar kerinduan, jua lah aku tak pernah berkisah...
Baca CatatanMerindu
Sore hari yang terwarna dengan bising lalu lalang langkah kaki mereka, refleksi yang hadir saat berada bersama dalam satu kubah di sudut kota itu, terderet senada dalam alunan cerita akan seorang...
Baca CatatanSesederhana saat kau memanggilnya
Rintik rintik hujan yang selalu terbasah rindu, gemericik riuk air yang kian berisik buyarkan lamunan sendu, dalam sendiri duduk di dipan tua ini, dipan kosong yang telah menjadikan debu selimut bagi...
Baca CatatanTerhenti Waktu
Malam tenang yang beriramakan desir langit pengharapan, dan juga lentera tua yang perlahan sudah mulai nampak redupnya di ujung sana. Duduk bersandar dalam lelah kehidupan. Menatap jauh kedalam angan...
Baca CatatanHujan dan Pelangi
Ketika Hujan, Setiap rintik kecil yang jatuh perlahan, selalu saja menggariskan cerita kisahnya tersendiri. Entah cerita tangis atau tawa yang menjadi warna kelabunya. Atau mungkin tak berwarna...
Baca CatatanHidup bukan soal menunggu badai berlalu. Hidup adalah belajar menari di bawah hujan — sambil basah, sambil juga kedinginan.— Catatan Mei, 2026