Catatan: Tulisan ini dipindahkan dari blog Tumblr lama @senjadisoreitu — ditulis 2015-04-18.

Hujan.. masih terjatuh dalam alunan rintik-rintik kecil, dalam nada yang terpercik sendu, beriramakan senyuman manis yang nampak indah saat kamu memandang langit di sana, dan kamu ? kisah klasik diriku yang mewarna lembaran-lembaran putih ini, karena dalam perjalanan yang tak pernah tau kapan terhenti, nafas ini sedang menantimu di haluan kapal itu, di ujung kapal itu, berbalut temaram senja kamu berjalan mengenggam tangan ini, dalam malu goresan tangan kasar ini tersanding dengan lembutnya sentuhan ragamu, karena bersamamu mu aku mampu menerpa angin yang menjadi penghalang kita, ataupun tabir ombak yang tak hentinya menjadi pembatas antara aku dan kamu,
Meski cintaku tak sedalam samudra, jualah samudra itu berbatas jarak pada dasar palungnya, karena cinta itu adalah penerimaan, saat aku menerima senyuman itu, dan canda juga tangisanmu,