Kata-kata yang ditulis saat dunia tidak melihat.
Esai pendek, surat untuk diriku di masa depan, dan coretan tengah malam yang tidak punya genre tapi punya kebenaran. Tempat di mana saya menulis tanpa perlu masuk akal.
Saat sajak pertama mulai bercerita, saat bias hujan masih...
Saat sajak pertama mulai bercerita, saat bias hujan masih terlukis jernih pada bingkai daun-daun itu. Aku masih di sini, menatap senja yang perlahan meninggalkan dunia ini. Perlahan dengan alunan...
Baca CatatanJasmine ...
Sunyi.. tatkala rembulan masih saja terdiam di kelamnya perih, begitu jua setiap hembusan nafas yang semakin memburu dalam alunan tak berarti, aku? Mungkin mereka tak lebih pantas dalam menyebut, ah...
Baca Catatankamu ...
kamu itu.. Sajak terikat yang tak pernah pudar, dan hembusan angin yang telah terbayang sirna, Karena kamu itu tak ubahnya terik surya dengan terangnya, lalu hujan datang dan hapuskan semua jejak...
Baca CatatanAbdi Nagari
Memahami, sendiri ku memahami setiap goresan peluh pilu kehidupan Abdi Nagari, entah tawa ku jualah tawa kalian yang terpendar dari lubuk nurani jiwa, dan meski gelap langit membatas sinarnya ataupun...
Baca CatatanPerjalanan
Dalam perjalanan hidup yang tanpa henti, tak jua lah ilalang yang terus bergema beriang tawa, meskipun sajak mentari di ujung sana yang tak pernah menampakkan batasnya, Dan ku berjalan dalam...
Baca CatatanKadang kalimat terbaik adalah yang tidak kita tulis. Tapi lebih sering, kalimat terbaik adalah yang kita tulis meskipun takut tidak ada yang membacanya.— Catatan Pribadi, 2026