Catatan: Tulisan ini dipindahkan dari blog Tumblr lama @senjadisoreitu β ditulis 2017-05-22.

Malam tenang yang beriramakan desir langit pengharapan, dan juga lentera tua yang perlahan sudah mulai nampak redupnya di ujung sana. Duduk bersandar dalam lelah kehidupan. Menatap jauh kedalam angan yang selalu saja membisu pilu, dan hanya bisa meratap namun tak pernah bisa mendekap.
Dan hujan, entah darimana bias sajak itu memantul dari genangan kecil itu. Saat menatap wajah sayu yang bersandar dalam peluknya, tersadar garis wajah itu terwarnakan membiru. Entah waktu yang memaksa untuk melupa atau hanya cerita yang meminta untuk memaaf. Untuk kamu angan yang tak pernah kembali pulang
Dan dia Β tak pernah menyalahkan setiap detik yang terhilang oleh waktu, karena dia pun tahu setiap dekapan hatinya akan selalu ada, yang selalu menemaninya duduk di beranda rumah kala menjelang petang , atau bersandar manja di pundaknya yang mulai terus merapuh . karena dia pun tahu suatu saat entah dia atau hatinya yang pulang terlebih dulu, pulang kembali pada Tuhan-Nya, ke tempat dimana seharusnya kita berada,
Dan ini sebuah cerita,
Kisah cinta yang terhenti oleh waktu