Catatan: Tulisan ini dipindahkan dari blog Tumblr lama @senjadisoreitu — ditulis 2014-10-11.

Gambar 1

Tanah lapang itu, tanah dengan beribu kuntum mawar semu yang terbias dari butiran embun. Kau tau di pagi ini seharusnya mentari mau sedikit saja bagikan cahyanya, namun dengan gelapnya ia masih saja enggan berpijak dari labuhannya. Gelap  tak sampai pun kau berjalan pada jalan itu, jalan setapak dengan deretan bata rona merah layaknya bibir manis yang nampak dari senyuman itu. Senyuman yang terkembang dengan indah tak ubahnya garis kuning saat senja mulai redupkan pesonanya. Dan saat kau sadar, aku sudah sedari tadi termenung di dipan tua depan stasiun itu. Menunggu mu, menunggu  waktu yang berjalan lambat, jua lah hiruk pikuk  yang tak pernah hentikan riuknya. Dalam sadarku, Tulisan di sampul buku itu sedikit memantulkan lembaran-lembaran lamanya, kau tau? Sampul itu tertuliskan.. Rosemary ..

inspired by  “Light Rosemary”